Setiap pagi hari datang, aku selalu semangat pergi ke sekolah. Aku dan teman-temanku berlomba-lomba datang ke sekolah sepagi mungkin cuma untuk ngelihat aksi kakak-kakak kelas 9 bermain bola basket. Kris, dia itu kakak kelasku yang pinter banget main bola basket. Sejak aku masuk ke kelas 8, aku sudah memujanya. Aku berharap dia tahu, aku suka banget sama dia. Tetapi, kita kan nggak saling kenal, aku malu ngajak dia ngomong. Aku sudah cukup seneng kok bisa ngamatin dia tanpa dia harus memandang wajahku.
Katrin, 14 tahun.
Sebagai seorang remaja, pastinya pernah dong kamu ngalamin hal kayak diatas, at least kayak yang dialami Katrin meskipun kasusnya berbeda. Mengagumi seseorang, tanpa orang itu tahu bahwa kita mengaguminya. Rasa malu, segan, dan takut nggak dianggap terkadang ada dalam pikiran, sampai membuatmu merasa nggak pantas untuk dekat dengan doi si Pujaan hati. Come on guys...kamu nggak perlu takut apalagi minder. Coz...kalau kamu mengagumi seseorang tanpa doi tahu, itu sah-sah saja kok. Tapi ntar dulu, kamu nggak mungkin selamanya mengagumi seseorang tanpa mengungkapkan isi hatimu yang sebenarnya kan? Uhmmm...semua memang lewat proses yang nggak mudah buat dilakukan. Semua berawal dari kamu kan? Dari rasa kagum, suka, sampai rasa malu dan takut nggak dianggap. Nah, untuk itu, coba deh kamu benahi sedikit diri kamu.
Kita harus dapat berkembang menjadi seorang yang lebih matang sehingga mampu mengungkapkan diri atas rasa suka yang kita miliki kepada orang yang kita kagumi.
Sebuah penelitian mengungkapkan sebuah pandangan bahwa seseorang akan lebih menyukai orang lain yang dapat mengungkapkan diri pada situasi yang tepat. Artinya, orang yang kita sukai kemungkinan akan menyukai kita juga jika kita dapat mengungkapkan diri pada situasi dan kondisi yang tepat. Penelitian itu juga menyebutkan bahwa pengungkapan diri dapat menimbulkan rasa suka apabila langkah-langkahnya dijaga sebaik mungkin. Tahap-tahap pengungkapan diri harus pelan-pelan tapi pasti. Hal ini dimaksudkan supaya kamu dan dia tidak merasa terancam. Kalau kita melakukan pengungkapan diri terlalu cepat, orang lain akan merasa cemas dan akan muncul kecenderungan untuk melindungi diri. Kamu pastinya tidak ingin membuat dia merasa ill feel kan? Untuk itu, jangan lakukan serangan mendadak, seperti misalnya kita cari-cari perhatian yang terlalu heboh lewat dandanan atau cara bicara. Dijamin, orang di sekelilingmu pasti akan menganggapmu orang yang aneh karena seseorang yang “terlalu memaksa, mengungkapkan diri terlalu cepat,” akan kurang disukai. Jadi, kita sebaiknya jangan terlalu mengharapkan untuk menjadi kekasihnya. Cukup menjadi teman terlebih dahulu, setelah itu kita dapat memiliki hubungan yang semakin erat. Pengungkapan diri yang kita lakukan tidak harus langsung kepada sasaran alias orang yang kita suka. Kita juga dapat mengungkapkan diri melalui kegiatan sekolah, prestasi, maupun menjalin keakraban dengan banyak teman. Dengan begitu, setidaknya secara otomatis kita akan menjadi orang yang cukup diperhatikan oleh orang lain sehingga akan jauh lebih mudah juga untuk dekat dengan orang yang kita kagumi.
Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengungkapkan diri. Ungkapan diri yang kita lakukan adalah kunci untuk menjalin keakraban dengan teman-teman dan orang yang kita kagumi. Simak beberapa cara mengungkapkan diri dibawah ini supaya kita dapat menjadi pribadi yang matang dan menyenangkan;
1.Kita harus melihat kenyataan sebagai sesuatu yang positif dan apa adanya. Kita memandang dunia sekitar kita bukan dari sisi kita saja tetapi juga dari sisi orang lain. Jadi, kamu tidak perlu merasa malu, takut, minder. Mungkin saja itu hanya perasaanmu saja, karena tidak menutup kemungkinan bahwa orang lain memiliki pandangan yang berbeda tentang dirimu. Salah satu kunci untuk percaya diri adalah berpikir positif. Akan tetapi, kita tidak perlu memaksakan keadaan, biarkan semua mengalir. Kamu juga tidak perlu repot-repot cari perhatian. Jalani saja kehidupanmu dengan ceria dan bertemanlah dengan banyak orang. Dengan begitu, secara otomatis kamu akan mendapatkan perhatian dari orang-orang disekelilingmu kerena orang disekelilingmu merasa senang berada di dekatmu.
2.Menerima kelemahan dan kelebihan diri sendiri. Syukurilah apa yang sudah Tuhan berikan dalam hidupmu. Jadikan, kelemahan dan kelebihanmu sebagai alat motivasi untuk menjadi orang yang lebih baik lagi dari hari ke hari. Kamu tidak perlu iri dengan kelebihan orang lain karena kelebihan yang kamu miliki belum tentu dimiliki orang lain. Tetapi, kamu juga harus menghargai kelemahan orang lain dan diri sendiri. Kamu tidak perlu mengkritik kelemahan orang lain, mencampuri, apalagi berusaha mengubah orang lain menjadi lebih baik. Lebih baik kita menjadi contoh yang baik untuk orang lain.
3.Jadilah orang yang sederhana, wajar, dan apa adanya. Ungkapkan emosi-emosi (marah, sedih, bahagia) yang kamu rasakan jika hal itu diperlukan. Hal ini dapat membantu orang disekelilingmu mengerti akan apa yang kamu rasakan supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Jadi, orang tidak akan menganggapmu sebagai orang yang pendiam. Akan tetapi, ungkapkan dengan sopan dan tetap menjaga perasaan orang lain supaya orang lain dapat menerima ungkapan perasaanmu.
4.Jangan menjadi seorang yang mementingkan diri sendiri. Kita tidak hidup sendirian di dunia ini, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat kita pasti membutuhkan orang lain. Alangkah baiknya jika kita tidak terfokus pada pemenuhan keinginanku saja. Misalnya, kamu sangat menginginkan untuk dekat dengan orang yang kamu kagumi. Sebaiknya jauhkan pikiran bahwa kamu akan bahagia jika keinginanmu itu terpenuhi tanpa memikirkan kebahagiaan orang yang kita kagumi. Untuk itu, usahakanlah hal-hal terbaik yang dapat kamu lakukan untuk orang lain untuk membahagiakannya, terlebih lagi untuk kebahagiaan bersama. Satu hal juga yang perlu kita sadari bahwa hal yang dapat membuat kita bahagia, belum tentu dapat membahagiakan orang lain juga.
5.Be free and be your self. Bebas di sini bukan bebas yang sebebas-bebasnya. Tetap bebas yang pada batasnya. Artinya, kamu dapat melakukan segala hal positif yang dapat kamu lakukan. Ingat, kehidupan yang kamu jalani adalah tanggungjawabmu sendiri. Hidupmu bukan milik ayah atau ibumu, temanmu, atau siapapun karena kamulah yang menjalani hidupmu sendiri. Mulailah untuk bertanggungjawab atas apa yang kamu lakukan. Dengan begitu, kamu akan menjadi orang yang mandiri. Artinya, kamu tidak tergantung oleh sesuatu atau orang lain. Gunakanlah kelebihan dan kemampuan yang kamu miliki secara optimal.
6.Hargailah setiap pengalaman sebagai sesuatu yang selalu baru dan segar. Berusahalah untuk menghargai setiap pengalaman yang pernah dilewati sebagai bagian dari proses hidup. Selalu bersemangat menjalani setiap hari-harimu dan menantikan sesuatu yang baru akan terjadi. Ambilah sebuah hikmah atau pelajaran berharga dari setiap pengalaman. Meskipun pengalaman yang kita lewati sepertinya sama, sebenarnya jika kita dapat berpikir jernih, pasti ada hal dan sensasi yang berbeda yang dapat kita rasakan dari setiap pengalaman. Dengan meihat kembali setiap kejadian yang pernah kita lewati, akan membuat kita menjadi lebih mensyukuri hidup.
7.Jadilah teman. Kita tidak perlu memilih dengan siapa kita harus bergaul. Setiap manusia itu unik dan memiliki perbedaan masing-masing, ambil sesuatu yang positif dari setiap orang yang kita kenal, siapapun dia dan apapun latar belakangnya. Posisikan diri sebagai gelas yang selalu kosong. Artinya, saat orang lain berbagi denganmu, seperti gelas yang sedang dituangkan air dan karena gelas tidak kosong, maka air dalam gelas tidak akan meluap dan tumpah, tetapi mengisi kekosongan (hal-hal yang belum kamu ketahui, hal-hal yang masih harus kamu pelajari) yang ada pada dirimu.
8.Peduli dengan lingkungan sosial. Selain memperbanyak menjalin hubungan pertemanan. Sebaiknya kita juga dapat menumbuhkan jiwa sosial kita. Misalnya, mengikuti kegiatan bakti sosial. Dengan begitu, kita dapat lebih mensyukuri hidup karena kita akan merasa jauh lebih beruntung daripada orang lain.
9.Menciptakan hubungan persahabatan. Jika situasinya sudah tepat, artinya kamu sudah saling kenal dengan orang yang kamu sukai, ambilah sedikit demi sedikit kesempatan yang ada untuk bercanda. Tetapi, ingat, jangan berlebihan. Beri kesempatan juga pada dia untuk bicara dan jadilah pendengar yang baik. Jika seandainya dengan berjalannya waktu, dia menikmati kebersamaan denganmu, jangan terlalu senang dulu. Tetaplah tenang dan tetap sadar bahwa kamu dan dia memiliki kehidupan sendiri. Tetaplah saling membahagiakan tanpa memiliki harapan apapun terhadapnya. Hal ini dilakukan supaya kamu tidak merasa kecewa jika seandainya harapan tidak sesuai dengan yang kamu inginkan. Jadi, berusahalah untuk menjadi sahabat yang tulus untuk dia.
10.Jadi seorang yang humoris tetapi menyenangkan. Jadilah seorang icebreaker (pemecah suasana) saat orang disekelilingmu merasa tegang. Usahakan mencairkan suasana dengan cerita-cerita lucu dan humor lain supaya situasi menjadi lebih santai. Tetapi, jangan pernah menjadikan kelemahan orang lain sebagai bahan bercanda karena kamu akan dianggap sebagai orang yang menyebalkan dan orang akan merasa tidak nyaman berada didekatmu.
11.Be Creative. Seorang yang kreatif harus mampu mensiasati keadaan supaya dapat merasa lebih baik. Misalnya saat kita melihat orang lain sedang kesal, gambarlah wajahnya dan perlihatkan padanya supaya bisa mereduksi ketegangan. Segala hal dapat kamu lakukan untuk menghibur orang lain yang sedang kesal. Jika hal itu menimpa dirimu, misalnya kamu merasa kesal karena suatu keadaan yang tidak menyenangkan, bayangkanlah hal-hal yang positif yang dapat membuat dirimu lebih santai dan menjernihkan pikiran. Setelah itu, kamu pasti dapat mengubah keadaan yang kurang menyenangkan bagimu menjadi sedikit lebih menyenangkan.
Jika beberapa hal di atas dapat kamu lakukan, kamu akan menjadi seorang yang menyenangkan bagi orang lain dan ada kemungkinan kamu akan mencuri perhatian orang-orang disekelilingmu karena kepribadian yang kamu miliki. Satu hal yang perlu diingat, segala sesuatu berawal dari diri sendiri. Kamu tidak dapat memaksakan keadaan secara langsung, tetapi mulailah untuk membenahi diri terlebih dahulu. Jika kamu merasa bahagia hanya karena dapat mengagumi seseorang dan memperhatikannya diam-diam, pastinya kamu akan merasa lebih bahagia lagi jika kamu dan dia dapat memiliki hubungan pertemanan, persahabatan, dan mungkin lebih dari sahabat. Jadi, kamu tidak perlu merasa malu dan takut untuk menampilkan diri dihadapannya atau bahkan memulai pembicaraan dari hal kecil saja. Sudah saatnya kamu berada dihadapannya, bukan dibalik punggungnya lagi. Tetapi, jangan lupa hal-hal yang sudah kita bicarakan di atas, keep slow but sure. (Stefie)
Selasa, 15 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

wew.. another good article.. kk copas yah dek,,, bagus nih,,,
BalasHapuskeep it up...
inspiratif artikelnya.....
BalasHapusaku suka prinsipnya....slow...but...sure...
jawa banget...alon..alon..asal..kelakon
@bad : okay...sering2 mampir ya kakak.. ^_^ jangan lupa masukannya...hehe
BalasHapus@aji : aku emang jawa...tapi gak kayak orang jawa...hahhahaha