
Kamis, 31 Desember 2009
Membuka lembaran baru

Rabu, 16 Desember 2009
what is altruism?
Mungkin nggak banyak orang mengenal kata altruistik. Stefie pun pada awalnya nggak ngerti apa itu altruistik (hehe, waktu jaman dulu si, jaman blm kuliah). Sedikit berbagi aja ni..perilaku altruistik merupakan sebuah sikap atau perilaku yang bertujuan untuk kepentingan orang lain tanpa mengantisipasi hadiah atau keuntungan dari orang lain. Nah, perilaku tersebut harus dilakukan secara sukarela, bukan karena kewajiban atau mengharapkan timbal balik atau pamrih. Tapi, kalo seseorang membantu orang lain karena ia merasa butuh melakukannya dan juga karena sebelumnya ia telah dibantu atau karena dia telah merusak, maka dia dikategorikan melakukan ganti rugi (restitusi), sehingga tindakan itu nggak bisa dikatakan tindakan altruistik.
Nggak mudah untuk menjadi seseorang yang altruis dijaman sekarang ini. Semakin banyak orang mengutamakan kenyamanan dirinya sendiri dan nggak mikirin kepentingan orang lain. Jadi, sebaiknya perilaku altruistik ditanamkan sejak dini atau sejak masa kanak-kanak. Pada masa kanak-kanak, keluarga dan lingkungan sekitar memiliki peran untuk memberi anak pengetahuan tentang perilaku altruistik. Anak dapat mempelajari tindakan altruistik dengan mengobservasi/mengamati sikap menolong yang dilakukan orang dewasa atau teman-teman sebayanya. Pengamatan anak terhadap perilaku menolong orang lain tersebut dapat mengarahkan pengetahuan mereka mengenai bagaimana cara menolong. Contoh perilaku dari orang dewasa dan teman sebaya merupakan pengaruh penting dalam menumbuhkan perilaku altruistik bagi anak. Tapi, dengan semakin bertambahnya usia anak, hanya memberikan contoh perilaku menolong saja kurang cukup untuk menumbuhkan perilaku altruistik. Anak harus diberi pemahaman yang mendasar mengenai alasan yang tepat mengapa ia perlu menolong orang lain dengan tulus. Pemahaman mendasar tersebut adalah perasaan empati. Anak harus memiliki kepekaan untuk memahami dan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain sehingga anak dapat bersikap tulus dalam membantu orang lain.
Nah, buat orang dewasa yang kurang bisa bersikap altruis, ada baiknya kita belajar untuk empati. Bukan buat apa-apa sih, tapi buat stefie hal ini merupakan hal yang sangat berguna karena kita kan hidup di dunia ini nggak sendirian. Alias butuh orang lain. Kalo kita bisa melatihnya terus, kita akan belajar untuk menjadi orang yang nggak egois dan lebih peka terhadap perasaan orang lain disekitar kita. Belajarlah untuk mengerti, bukan dimengerti, maka yang lainnya(orang lain maksudnya) cepat atau lambat akan mengikutimu alias mencoba mengerti perasaanmu juga. Mulailah dari diri sendiri untuk orang lain. Semoga bermanfaat :D
Selasa, 15 Desember 2009
JADI PRIBADI YANG MATANG DAN MENYENANGKAN
Katrin, 14 tahun.
Sebagai seorang remaja, pastinya pernah dong kamu ngalamin hal kayak diatas, at least kayak yang dialami Katrin meskipun kasusnya berbeda. Mengagumi seseorang, tanpa orang itu tahu bahwa kita mengaguminya. Rasa malu, segan, dan takut nggak dianggap terkadang ada dalam pikiran, sampai membuatmu merasa nggak pantas untuk dekat dengan doi si Pujaan hati. Come on guys...kamu nggak perlu takut apalagi minder. Coz...kalau kamu mengagumi seseorang tanpa doi tahu, itu sah-sah saja kok. Tapi ntar dulu, kamu nggak mungkin selamanya mengagumi seseorang tanpa mengungkapkan isi hatimu yang sebenarnya kan? Uhmmm...semua memang lewat proses yang nggak mudah buat dilakukan. Semua berawal dari kamu kan? Dari rasa kagum, suka, sampai rasa malu dan takut nggak dianggap. Nah, untuk itu, coba deh kamu benahi sedikit diri kamu.
Kita harus dapat berkembang menjadi seorang yang lebih matang sehingga mampu mengungkapkan diri atas rasa suka yang kita miliki kepada orang yang kita kagumi.
Sebuah penelitian mengungkapkan sebuah pandangan bahwa seseorang akan lebih menyukai orang lain yang dapat mengungkapkan diri pada situasi yang tepat. Artinya, orang yang kita sukai kemungkinan akan menyukai kita juga jika kita dapat mengungkapkan diri pada situasi dan kondisi yang tepat. Penelitian itu juga menyebutkan bahwa pengungkapan diri dapat menimbulkan rasa suka apabila langkah-langkahnya dijaga sebaik mungkin. Tahap-tahap pengungkapan diri harus pelan-pelan tapi pasti. Hal ini dimaksudkan supaya kamu dan dia tidak merasa terancam. Kalau kita melakukan pengungkapan diri terlalu cepat, orang lain akan merasa cemas dan akan muncul kecenderungan untuk melindungi diri. Kamu pastinya tidak ingin membuat dia merasa ill feel kan? Untuk itu, jangan lakukan serangan mendadak, seperti misalnya kita cari-cari perhatian yang terlalu heboh lewat dandanan atau cara bicara. Dijamin, orang di sekelilingmu pasti akan menganggapmu orang yang aneh karena seseorang yang “terlalu memaksa, mengungkapkan diri terlalu cepat,” akan kurang disukai. Jadi, kita sebaiknya jangan terlalu mengharapkan untuk menjadi kekasihnya. Cukup menjadi teman terlebih dahulu, setelah itu kita dapat memiliki hubungan yang semakin erat. Pengungkapan diri yang kita lakukan tidak harus langsung kepada sasaran alias orang yang kita suka. Kita juga dapat mengungkapkan diri melalui kegiatan sekolah, prestasi, maupun menjalin keakraban dengan banyak teman. Dengan begitu, setidaknya secara otomatis kita akan menjadi orang yang cukup diperhatikan oleh orang lain sehingga akan jauh lebih mudah juga untuk dekat dengan orang yang kita kagumi.
Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengungkapkan diri. Ungkapan diri yang kita lakukan adalah kunci untuk menjalin keakraban dengan teman-teman dan orang yang kita kagumi. Simak beberapa cara mengungkapkan diri dibawah ini supaya kita dapat menjadi pribadi yang matang dan menyenangkan;
1.Kita harus melihat kenyataan sebagai sesuatu yang positif dan apa adanya. Kita memandang dunia sekitar kita bukan dari sisi kita saja tetapi juga dari sisi orang lain. Jadi, kamu tidak perlu merasa malu, takut, minder. Mungkin saja itu hanya perasaanmu saja, karena tidak menutup kemungkinan bahwa orang lain memiliki pandangan yang berbeda tentang dirimu. Salah satu kunci untuk percaya diri adalah berpikir positif. Akan tetapi, kita tidak perlu memaksakan keadaan, biarkan semua mengalir. Kamu juga tidak perlu repot-repot cari perhatian. Jalani saja kehidupanmu dengan ceria dan bertemanlah dengan banyak orang. Dengan begitu, secara otomatis kamu akan mendapatkan perhatian dari orang-orang disekelilingmu kerena orang disekelilingmu merasa senang berada di dekatmu.
2.Menerima kelemahan dan kelebihan diri sendiri. Syukurilah apa yang sudah Tuhan berikan dalam hidupmu. Jadikan, kelemahan dan kelebihanmu sebagai alat motivasi untuk menjadi orang yang lebih baik lagi dari hari ke hari. Kamu tidak perlu iri dengan kelebihan orang lain karena kelebihan yang kamu miliki belum tentu dimiliki orang lain. Tetapi, kamu juga harus menghargai kelemahan orang lain dan diri sendiri. Kamu tidak perlu mengkritik kelemahan orang lain, mencampuri, apalagi berusaha mengubah orang lain menjadi lebih baik. Lebih baik kita menjadi contoh yang baik untuk orang lain.
3.Jadilah orang yang sederhana, wajar, dan apa adanya. Ungkapkan emosi-emosi (marah, sedih, bahagia) yang kamu rasakan jika hal itu diperlukan. Hal ini dapat membantu orang disekelilingmu mengerti akan apa yang kamu rasakan supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Jadi, orang tidak akan menganggapmu sebagai orang yang pendiam. Akan tetapi, ungkapkan dengan sopan dan tetap menjaga perasaan orang lain supaya orang lain dapat menerima ungkapan perasaanmu.
4.Jangan menjadi seorang yang mementingkan diri sendiri. Kita tidak hidup sendirian di dunia ini, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat kita pasti membutuhkan orang lain. Alangkah baiknya jika kita tidak terfokus pada pemenuhan keinginanku saja. Misalnya, kamu sangat menginginkan untuk dekat dengan orang yang kamu kagumi. Sebaiknya jauhkan pikiran bahwa kamu akan bahagia jika keinginanmu itu terpenuhi tanpa memikirkan kebahagiaan orang yang kita kagumi. Untuk itu, usahakanlah hal-hal terbaik yang dapat kamu lakukan untuk orang lain untuk membahagiakannya, terlebih lagi untuk kebahagiaan bersama. Satu hal juga yang perlu kita sadari bahwa hal yang dapat membuat kita bahagia, belum tentu dapat membahagiakan orang lain juga.
5.Be free and be your self. Bebas di sini bukan bebas yang sebebas-bebasnya. Tetap bebas yang pada batasnya. Artinya, kamu dapat melakukan segala hal positif yang dapat kamu lakukan. Ingat, kehidupan yang kamu jalani adalah tanggungjawabmu sendiri. Hidupmu bukan milik ayah atau ibumu, temanmu, atau siapapun karena kamulah yang menjalani hidupmu sendiri. Mulailah untuk bertanggungjawab atas apa yang kamu lakukan. Dengan begitu, kamu akan menjadi orang yang mandiri. Artinya, kamu tidak tergantung oleh sesuatu atau orang lain. Gunakanlah kelebihan dan kemampuan yang kamu miliki secara optimal.
6.Hargailah setiap pengalaman sebagai sesuatu yang selalu baru dan segar. Berusahalah untuk menghargai setiap pengalaman yang pernah dilewati sebagai bagian dari proses hidup. Selalu bersemangat menjalani setiap hari-harimu dan menantikan sesuatu yang baru akan terjadi. Ambilah sebuah hikmah atau pelajaran berharga dari setiap pengalaman. Meskipun pengalaman yang kita lewati sepertinya sama, sebenarnya jika kita dapat berpikir jernih, pasti ada hal dan sensasi yang berbeda yang dapat kita rasakan dari setiap pengalaman. Dengan meihat kembali setiap kejadian yang pernah kita lewati, akan membuat kita menjadi lebih mensyukuri hidup.
7.Jadilah teman. Kita tidak perlu memilih dengan siapa kita harus bergaul. Setiap manusia itu unik dan memiliki perbedaan masing-masing, ambil sesuatu yang positif dari setiap orang yang kita kenal, siapapun dia dan apapun latar belakangnya. Posisikan diri sebagai gelas yang selalu kosong. Artinya, saat orang lain berbagi denganmu, seperti gelas yang sedang dituangkan air dan karena gelas tidak kosong, maka air dalam gelas tidak akan meluap dan tumpah, tetapi mengisi kekosongan (hal-hal yang belum kamu ketahui, hal-hal yang masih harus kamu pelajari) yang ada pada dirimu.
8.Peduli dengan lingkungan sosial. Selain memperbanyak menjalin hubungan pertemanan. Sebaiknya kita juga dapat menumbuhkan jiwa sosial kita. Misalnya, mengikuti kegiatan bakti sosial. Dengan begitu, kita dapat lebih mensyukuri hidup karena kita akan merasa jauh lebih beruntung daripada orang lain.
9.Menciptakan hubungan persahabatan. Jika situasinya sudah tepat, artinya kamu sudah saling kenal dengan orang yang kamu sukai, ambilah sedikit demi sedikit kesempatan yang ada untuk bercanda. Tetapi, ingat, jangan berlebihan. Beri kesempatan juga pada dia untuk bicara dan jadilah pendengar yang baik. Jika seandainya dengan berjalannya waktu, dia menikmati kebersamaan denganmu, jangan terlalu senang dulu. Tetaplah tenang dan tetap sadar bahwa kamu dan dia memiliki kehidupan sendiri. Tetaplah saling membahagiakan tanpa memiliki harapan apapun terhadapnya. Hal ini dilakukan supaya kamu tidak merasa kecewa jika seandainya harapan tidak sesuai dengan yang kamu inginkan. Jadi, berusahalah untuk menjadi sahabat yang tulus untuk dia.
10.Jadi seorang yang humoris tetapi menyenangkan. Jadilah seorang icebreaker (pemecah suasana) saat orang disekelilingmu merasa tegang. Usahakan mencairkan suasana dengan cerita-cerita lucu dan humor lain supaya situasi menjadi lebih santai. Tetapi, jangan pernah menjadikan kelemahan orang lain sebagai bahan bercanda karena kamu akan dianggap sebagai orang yang menyebalkan dan orang akan merasa tidak nyaman berada didekatmu.
11.Be Creative. Seorang yang kreatif harus mampu mensiasati keadaan supaya dapat merasa lebih baik. Misalnya saat kita melihat orang lain sedang kesal, gambarlah wajahnya dan perlihatkan padanya supaya bisa mereduksi ketegangan. Segala hal dapat kamu lakukan untuk menghibur orang lain yang sedang kesal. Jika hal itu menimpa dirimu, misalnya kamu merasa kesal karena suatu keadaan yang tidak menyenangkan, bayangkanlah hal-hal yang positif yang dapat membuat dirimu lebih santai dan menjernihkan pikiran. Setelah itu, kamu pasti dapat mengubah keadaan yang kurang menyenangkan bagimu menjadi sedikit lebih menyenangkan.
Jika beberapa hal di atas dapat kamu lakukan, kamu akan menjadi seorang yang menyenangkan bagi orang lain dan ada kemungkinan kamu akan mencuri perhatian orang-orang disekelilingmu karena kepribadian yang kamu miliki. Satu hal yang perlu diingat, segala sesuatu berawal dari diri sendiri. Kamu tidak dapat memaksakan keadaan secara langsung, tetapi mulailah untuk membenahi diri terlebih dahulu. Jika kamu merasa bahagia hanya karena dapat mengagumi seseorang dan memperhatikannya diam-diam, pastinya kamu akan merasa lebih bahagia lagi jika kamu dan dia dapat memiliki hubungan pertemanan, persahabatan, dan mungkin lebih dari sahabat. Jadi, kamu tidak perlu merasa malu dan takut untuk menampilkan diri dihadapannya atau bahkan memulai pembicaraan dari hal kecil saja. Sudah saatnya kamu berada dihadapannya, bukan dibalik punggungnya lagi. Tetapi, jangan lupa hal-hal yang sudah kita bicarakan di atas, keep slow but sure. (Stefie)
indigo indigo indigo
Pernahkah teman2 melihat ato bertemu dengan anak indigo atau gifted child? :D biasanya, pertanyaan yang muncul pertama kali, "kayak apa tuh anak indigo?". Nah disini saya sedikit share aja... indigo.. indigo adalah sebuah istilah dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna ini merupakan kombinasi warna biru dengan ungu. Warna-warna tersebut diidentifikasi lewat cakra di tubuh. Warna indigo adalah warna yang dominan dari warna aura (warna biru-merah). Warna Indigo menunjukkan cakra mata ketiga, pusat aktivitas dari energi psychic Anak-anak Indigo, biasanya mereka mampu memahami perbedaan yang sangat tipis antara dunia kasat dan dunia spiritual, dan mereka memiliki kemampuan untuk mengakses informasi dari sini, yang orang lain tidak mampu.
Definisi anak indigo adalah anak yang menunjukkan seperangkat atribut psikologis baru dan luar biasa, serta menunjukkan sebuah pola perilaku yang pada umumnya tidak didokumentasikan sebelumnya. Pola ini memiliki faktor-faktor unik yang umum, yang mengisyaratkan agar orang-orang yang berinteraksi dengan mereka mengubah perlakuan dan pengasuhan terhadap mereka guna mencapai keseimbangan. Mengabaikan pola-pola baru ini akan kemungkinan besar berarti menciptakan ketidakseimbangan dan frustasi dalam benak dari kehidupan baru yang berharga ini. Anak-anak indigo diidentifikasikan melalui adanya karakteristik unik yang mereka miliki. Mereka adalah anak-anak yang cerdas dan kreatif, namun terkadang mereka sulit diatur.
Mereka sering disalahdiagnosa sebagai ADD (Attention Deficit Disorder-Gangguan Kekurangan Perhatian) atau ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder-Gangguan Hiperaktif Kekurangan Perhatian) yang membutuhkan terapi untuk mengatasi sifatnya. Duh...kasian ya... Padahal belum tentu mereka murni mengalami gangguan tersebut. Secara fisik dan emosional mereka sangat sensitif. Mereka juga sangat perhatian dan empati terhadap orang lain, tapi juga ada beberapa anak menjadi terlihat atau terkesan tidak berperasaan. Anak Indigo dapat mudah marah dan kasar, mereka membutuhkan keyakinan bahwa dirinya dapat diterima dan menurut saya mereka memerlukan konseling (yah, sekedar untuk membantu mereka supaya lebih adaptif). :D Nah, berikut ini, ada beberapa ciri atau karakteristik anak indigo. Siapa tau...teman, sahabat, saudara, atau bahkan anda memiliki karakteristik yang sama... hahaha, pesan saya sih, jangan keGeEr-an...hehe :D Yuk kita simak.
Karakteristik Anak Indigo
- Mempunyai kesadaran diri yg tinggi, terhubung dengan sumber (Tuhan).
- Mengerti jika dirinya layak untuk berada di dunia.
- Mempunyai pengertian yang jelas akan dirinya.
- Tidak nyaman dengan disiplin dan cara yang otoriter tanpa alasan yang jelas.
- Menolak mengikuti aturan atau petunjuk.
- Tidak sabaran dan tidak suka bila harus menunggu.
- Frustasi dengan sistem yang sifatnya ritual dan tidak kreatif.
- Mereka punya cara yg lebih baik dlm menyelesaikan masalah.
- Dapat mengerjakan sesuatu tanpa diajarkan terlebih dahulu.
- Tidak bisa menerima hukuman yang tanpa alasan, selalu ingin alasan yang jelas.
- Mudah bosan dengan tugas yg diberikan.
- Kreatif.
- Mudah teralihkan perhatiannya, bisa mengerjakan banyak hal bersamaan.
- Menunjukan intuisi yang kuat.
- Punya empati yang kuat terhadap sesama.
- Sangat berbakat dan rata-rata sangat pintar.
- Saat kecil sering diidentifikasi menderita ADD / ADHD (Atenttion Defisit Disorder = susah konsentrasi) / ADHD (Attention Defisit and Hyperactive Disorder = hiperaktif).
- Mempunyai visi dan cita-cita yang kuat.
- Pandangan mata mereka terlihat, bijaksana, mendalam dan tua.
- Mempunyai kesadaran spiritual atau mempunyai kemampuan psikis.
- Mengekspresikan kemarahan dan mempunyai masalah dengan menahan amarah.
- Dapat mengetahui sesuatu yang tidak dapat dipersepsi oleh pancaindera di masa kini, masa lampau (post-cognition), dan masa depan (pre-cognition).
- Anak indigo tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan alam dan kemanusiaan.
Wah...mereka benar2 unik bagi saya. Secara fisik, anak-anak indigo memang sama dengan anak-anak lainnya tetapi mereka memiliki batin yang tua (old soul), sehingga mereka sering kali menunjukan kepemilikkan jiwa orang yang lebih dewasa dibandingkan dengan jiwa konservatif yang biasa muncul didalam anak seusianya. Mereka juga terkadang memiliki kemampuan intuisi yang sangat mengagumkan, dan biasanya memiliki IQ yang berada pada tingkat diatas rata-rata. Biasanya IQ-nya di atas 120 sehingga dapat dikatakan memiliki tingkat kecerdasan superior.
Kemampuan Intuisi yang mereka miliki membuat mereka menjadi begitu istimewa. Tak jarang mereka dapat menebak apa yang belum terjadi tanpa adanya proses rasionalisasi dan juga proses intelektualitas. Inilah yang membuat mereka sangat istimewa, indera keenam yang mereka miliki bekerja lebih aktif dibandingkan dengan manusia dari generasi sebelumnya.
Selain itu, kecerdasan spiritual yang menakjubkan membuat anak indigo menjadi manusia dengan kesadaran spiritual yang tinggi, dimana mereka memiliki tujuan tersendiri dalam kehidupan ini, dengan pemaknaan yang mendalam serta komitmen dalam bertujuan. Kecerdasan spiritual yang mereka miliki bertumpu pada bagian dalam diri kita yang berhubungan dengan kearifan di luar ego atau jiwa sadar sehingga menjadikan mereka manusia yang benar-benar utuh secara intelektual, emosional dan spiritual.
Sangat disayangkan apabila, anak-anak ini dianggap sebagai wujud setan, jin, atau apalah itu orang beberapa orang. Kalau saya sih, positif aja...mereka adalah salah satu anugrah Tuhan dan mereka memiliki hak yang sama dengan kita. Menjadi indigo bukan berarti mereka sempurna, tapi mereka tetap manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Just same like us....
ref:
Lee carroll & Jan tobber, 2006, The Indigo children, BIP, Jakarta
Wayne Dosick Ph.D & Ellen Kaufman Dosick, MSW, 2007, 17 emosi negatif anak indigo – terapi mental dan perilaku, BIP, Jakarta
Senin, 14 Desember 2009
this is who i am..
This is who i am... inilah aku... siapakah aku? yang jelas bukan wonderwoman ato superhero lainnya... :D aku biasa dipanggil anna ato stefie, mana aja boleh lah... :D aku kuliah dijogja, jurusan Psikologi semester akhir. Dan....aku cuma cewek biasa yang lagi dalam proses belajar melewati hidup menuju kedewasaan... aku bukan siapa2 (wuh, bukan penggemar d'massive loh ^_^v) tapi aku punya sesuatu yang berarti untuk orang lain... siapakah orang itu??? we will see.... segitu dulu aja ah... :)Sabtu, 10 Januari 2009
LONG DISTANCE RELATIONSHIP....be okey or not?
Nico dan Merry adalah sepasang kekasih sejak masa SMA. Mereka sangat bahagia sampai akhirnya Nico harus meninggalkan Merry karena harus menuntut ilmu ke Australia. Sebelum Nico meninggalkan Indonesia, Nico memintanya untuk menjadi wanita terakhir dalam hidupnya apapun yang terjadi meskipun harus terpisah jarak dan waktu. Janji setia terucap di depan ruang tunggu bandara. Air mata itupun jatuh saat pesawat membawa pergi cintanya, Nico, lelaki yang mengisi keceriaannya selama ini. “Life gettin better...”- Satu ucapan yang selalu Merry bawa dalam hati ketika meninggalkan bandara. Waktu terus berjalan dan mereka tetap menjalani kehidupan dengan janji setia. Lima tahun lamanya Merry menantikan kedatangan Nico, banyak laki-laki mencoba mengisi kesehariannya, tak satupun dapat menggantikan Nico dihatinya. Penantiannya tidak sia-sia... Belum genap 3 tahun ia menjalani hubungan jarak jauh dengan Nico, akhirnya Nico kembali... Nico kembali dengan satu maksud yaitu melamar gadis yang telah menjaga cintanya dengan setia.
Kebanyakan pasangan Long Distance pastinya mengidam-idamkan ending seperti kisah Nico dan Merry. Tapi, realita mengatakan bahwa dibutuhkan kekuatan cinta yang nggak biasa buat menjalani hubungan Long Distance. Apalagi buat kamu-kamu yang lagi bingung mau menjalani atau sedang menjalani Long Distance Relationship. Long Distance Relationship adalah sebuah pilihan, permasalahannya adalah tepat atau nggak buat masing-masing kita. Saat kita sudah memilih dan berkomitmen, jagalah komitmen itu, maka indahnya akan menanti kita di depan sana.
Dalam perjalanannya, hubungan Long Distance pasti diwarnai berbagai macam persoalan yang jauh lebih rumit dari pada pasangan-pasangan yang pacaran nggak terpisah jarak maupun waktu. Contohnya, rasa percaya yang ekstra harus kita beri kepada pasangan kita. Nah, buat yang satu ini, juga harus ekstra teliti. Kenapa? Perlu kita tahu, rasa percaya itu rancu banget sama yang namanya cuek alias masa bodoh. Sadar atau nggak sadar, ini bisa terjadi kalau kita nggak ekstra hati-hati, seperti kisah yang dituturkan Thalia berikut ini ;
”Dua tahun lebih gue njalanin hubungan Long Distance sama Ricky. Kita selalu intens berhubungan lewat telpon atau email. Ricky percaya banget sama gue, karna emang gue orangnya setia. Hal yang sama, hati ini percaya banget sama Ricky. Satu bulan dia nggak kontak gue, sekalinya kontak ya cuma biasa banget, itu aja jarang-jarang. Gue sih oke aja, karna gue punya anggapan dia emang lagi sibuk kuliah di Jakarta. Tapi lebih dari satu bulan ini terjadi, perlahan dia mulai sangat jarang telpon gue. Kalau dia telpon gue, dia slalu bisa ngasih keyakinan kalau gue adalah cewek yang bakal dinikahinya nanti karna dia bener-bener serius menjalani hubungan ini. Seiring waktu, cuma satu hal yang bikin gue ngerasa bertanya-tanya -”gue ini berarti nggak sih buat Ricky?”- Hampir satu tahun gue ngerasain kekeringan dan kekosongan dalam hati yang nggak pernah Ricky sadari. Menurut gue, ini bukan hubungan yang sehat, karna nggak ada lagi kehangatan dan kenyamanan dalam hati gue. Nggak balance karna gue selalu berusaha hangat dan care sama Ricky, tapi di pihak Ricky karna dia ngerasa gue aman-aman aja dan nggak bakal macem-macem, dia sama sekali nggak care inside ke gue. Dia telpon juga cuma prosedur yang wajib dijalanin pasangan Long Distance. That’s all. Sampai akhirnya gue terpaksa menyudahi hubungan...meski sakit, tapi gue harus terima kenyataan bahwa Ricky punya kehidupan sendiri dan kita nggak lagi bisa saling mengisi...-
Rasa percaya atau cuek, beda tipis...persis seperti yang dialami Thalia. Pada awalnya kita merasa senang karna dipercaya sama pasangan, tapi kok lama-lama kita dicuekin ya? You don’t have to worry about it...salah satu contoh persoalan yang diungkapkan diatas bisa dicegah kok.
Salah seorang ahli Psikologi, Robert J. Sternberg, mengungkapkan teori cinta tringular atau The Triangular Theory of love, yang mengatakan bahwa cinta memiliki tiga bentuk utama yaitu gairah, keintiman , dan komitmen. Gairah adalah daya tarik fisik dan seksual pada pasangan. Keintiman adalah perasaan emosional tentang kehangatan, kedekatan, dan berbagi dalam hubungan. Komitmen adalah penilaian kita atas hubungan dan niat kita untuk mempertahankan hubungan bahkan dalam keadaan terpuruk sekalipun. Kalau ketiga komponen cinta diatas terpenuhi dalam hubungan kita, maka kita memiliki cinta yang kuat yang bisa disebut cinta sempurna menurut Sternberg. Nah, kalau kita dah punya pondasi yang kuat dalam hubungan, masalah apapun pasti mampu dihadapi, apalagi Long Distance relationship. Simak beberapa tips berikut ini deh, biar kita okey-okey aja selama menjalani hubungan Long Distance ;
Jadi pribadi yang mandiri. Mandiri disini maksudnya, kita nggak perlu nuntut terlalu banyak ke pasangan kita (harus telpon tiap pagi-siang-malem). Tunjukkan kalau kita ini pengertian.
Perhatian. Yang satu ini adalah penyegar dalam sebuah hubungan. Kita bisa kirim sms lucu yang bisa menghibur dia. Atau ngirim bingkisan kecil yang bikin dia kangen sama kita.
Possitive thinking, be sure, and privacy. Jangan pernah parno tentang apa yang dia lakukan disana, rugi khan kalau kita merusak pikiran kita sendiri. Sibukkan dirimu dengan hal yang positif dan biarkan dia dengan kehidupannya. Kita tinggal berdiri dibelakang dan mendukungnya. Hal ini juga bikin dia nyaman menjalani hubungan.
Jangan mengeluh. Saat ada waktu untuk berbagi, manfaatkan waktu itu untuk saling mendekatkan diri dan menghangatkan hubungan. Jangan tunjukkan reaksi atau emosi negatif saat bersamanya. Kalau bisa ceritakan hal-hal yang seru. Dari hal ini, dia nggak akan tertekan karena rasa khawatir terhadap kita.
Be a good friend. Jadilah sahabat untuk mendengarkan cerita hidupnya dan jadi partner diskusi yang asik. Jangan terlalu serius, jadilah seorang yang bisa buat dia merasa rileks.
Kalau hal-hal simple diatas bisa kamu lakukan buat hubungan Long Distance-mu, hubungan akan menjadi hubungan yang nyaman dan tetap bersahabat buat hati kita. Tapi, perlu kita inget juga, segala sesuatu yang berlebihan membuahkan hasil yang nggak optimal. Jadi, yang wajar-wajar aja tapi jangan sampai jadi hambar. Be creative! So, you’ll gonna be okay for long distance relationship...
