Sabtu, 10 Januari 2009

LONG DISTANCE RELATIONSHIP....be okey or not?

Nico dan Merry adalah sepasang kekasih sejak masa SMA. Mereka sangat bahagia sampai akhirnya Nico harus meninggalkan Merry karena harus menuntut ilmu ke Australia. Sebelum Nico meninggalkan Indonesia, Nico memintanya untuk menjadi wanita terakhir dalam hidupnya apapun yang terjadi meskipun harus terpisah jarak dan waktu. Janji setia terucap di depan ruang tunggu bandara. Air mata itupun jatuh saat pesawat membawa pergi cintanya, Nico, lelaki yang mengisi keceriaannya selama ini. “Life gettin better...”- Satu ucapan yang selalu Merry bawa dalam hati ketika meninggalkan bandara. Waktu terus berjalan dan mereka tetap menjalani kehidupan dengan janji setia. Lima tahun lamanya Merry menantikan kedatangan Nico, banyak laki-laki mencoba mengisi kesehariannya, tak satupun dapat menggantikan Nico dihatinya. Penantiannya tidak sia-sia... Belum genap 3 tahun ia menjalani hubungan jarak jauh dengan Nico, akhirnya Nico kembali... Nico kembali dengan satu maksud yaitu melamar gadis yang telah menjaga cintanya dengan setia.


Kebanyakan pasangan Long Distance pastinya mengidam-idamkan ending seperti kisah Nico dan Merry. Tapi, realita mengatakan bahwa dibutuhkan kekuatan cinta yang nggak biasa buat menjalani hubungan Long Distance. Apalagi buat kamu-kamu yang lagi bingung mau menjalani atau sedang menjalani Long Distance Relationship. Long Distance Relationship adalah sebuah pilihan, permasalahannya adalah tepat atau nggak buat masing-masing kita. Saat kita sudah memilih dan berkomitmen, jagalah komitmen itu, maka indahnya akan menanti kita di depan sana.

Dalam perjalanannya, hubungan Long Distance pasti diwarnai berbagai macam persoalan yang jauh lebih rumit dari pada pasangan-pasangan yang pacaran nggak terpisah jarak maupun waktu. Contohnya, rasa percaya yang ekstra harus kita beri kepada pasangan kita. Nah, buat yang satu ini, juga harus ekstra teliti. Kenapa? Perlu kita tahu, rasa percaya itu rancu banget sama yang namanya cuek alias masa bodoh. Sadar atau nggak sadar, ini bisa terjadi kalau kita nggak ekstra hati-hati, seperti kisah yang dituturkan Thalia berikut ini ;


Dua tahun lebih gue njalanin hubungan Long Distance sama Ricky. Kita selalu intens berhubungan lewat telpon atau email. Ricky percaya banget sama gue, karna emang gue orangnya setia. Hal yang sama, hati ini percaya banget sama Ricky. Satu bulan dia nggak kontak gue, sekalinya kontak ya cuma biasa banget, itu aja jarang-jarang. Gue sih oke aja, karna gue punya anggapan dia emang lagi sibuk kuliah di Jakarta. Tapi lebih dari satu bulan ini terjadi, perlahan dia mulai sangat jarang telpon gue. Kalau dia telpon gue, dia slalu bisa ngasih keyakinan kalau gue adalah cewek yang bakal dinikahinya nanti karna dia bener-bener serius menjalani hubungan ini. Seiring waktu, cuma satu hal yang bikin gue ngerasa bertanya-tanya -”gue ini berarti nggak sih buat Ricky?”- Hampir satu tahun gue ngerasain kekeringan dan kekosongan dalam hati yang nggak pernah Ricky sadari. Menurut gue, ini bukan hubungan yang sehat, karna nggak ada lagi kehangatan dan kenyamanan dalam hati gue. Nggak balance karna gue selalu berusaha hangat dan care sama Ricky, tapi di pihak Ricky karna dia ngerasa gue aman-aman aja dan nggak bakal macem-macem, dia sama sekali nggak care inside ke gue. Dia telpon juga cuma prosedur yang wajib dijalanin pasangan Long Distance. That’s all. Sampai akhirnya gue terpaksa menyudahi hubungan...meski sakit, tapi gue harus terima kenyataan bahwa Ricky punya kehidupan sendiri dan kita nggak lagi bisa saling mengisi...-


Rasa percaya atau cuek, beda tipis...persis seperti yang dialami Thalia. Pada awalnya kita merasa senang karna dipercaya sama pasangan, tapi kok lama-lama kita dicuekin ya? You don’t have to worry about it...salah satu contoh persoalan yang diungkapkan diatas bisa dicegah kok.

Salah seorang ahli Psikologi, Robert J. Sternberg, mengungkapkan teori cinta tringular atau The Triangular Theory of love, yang mengatakan bahwa cinta memiliki tiga bentuk utama yaitu gairah, keintiman , dan komitmen. Gairah adalah daya tarik fisik dan seksual pada pasangan. Keintiman adalah perasaan emosional tentang kehangatan, kedekatan, dan berbagi dalam hubungan. Komitmen adalah penilaian kita atas hubungan dan niat kita untuk mempertahankan hubungan bahkan dalam keadaan terpuruk sekalipun. Kalau ketiga komponen cinta diatas terpenuhi dalam hubungan kita, maka kita memiliki cinta yang kuat yang bisa disebut cinta sempurna menurut Sternberg. Nah, kalau kita dah punya pondasi yang kuat dalam hubungan, masalah apapun pasti mampu dihadapi, apalagi Long Distance relationship. Simak beberapa tips berikut ini deh, biar kita okey-okey aja selama menjalani hubungan Long Distance ;

  • Jadi pribadi yang mandiri. Mandiri disini maksudnya, kita nggak perlu nuntut terlalu banyak ke pasangan kita (harus telpon tiap pagi-siang-malem). Tunjukkan kalau kita ini pengertian.

  • Perhatian. Yang satu ini adalah penyegar dalam sebuah hubungan. Kita bisa kirim sms lucu yang bisa menghibur dia. Atau ngirim bingkisan kecil yang bikin dia kangen sama kita.

  • Possitive thinking, be sure, and privacy. Jangan pernah parno tentang apa yang dia lakukan disana, rugi khan kalau kita merusak pikiran kita sendiri. Sibukkan dirimu dengan hal yang positif dan biarkan dia dengan kehidupannya. Kita tinggal berdiri dibelakang dan mendukungnya. Hal ini juga bikin dia nyaman menjalani hubungan.

  • Jangan mengeluh. Saat ada waktu untuk berbagi, manfaatkan waktu itu untuk saling mendekatkan diri dan menghangatkan hubungan. Jangan tunjukkan reaksi atau emosi negatif saat bersamanya. Kalau bisa ceritakan hal-hal yang seru. Dari hal ini, dia nggak akan tertekan karena rasa khawatir terhadap kita.

  • Be a good friend. Jadilah sahabat untuk mendengarkan cerita hidupnya dan jadi partner diskusi yang asik. Jangan terlalu serius, jadilah seorang yang bisa buat dia merasa rileks.


Kalau hal-hal simple diatas bisa kamu lakukan buat hubungan Long Distance-mu, hubungan akan menjadi hubungan yang nyaman dan tetap bersahabat buat hati kita. Tapi, perlu kita inget juga, segala sesuatu yang berlebihan membuahkan hasil yang nggak optimal. Jadi, yang wajar-wajar aja tapi jangan sampai jadi hambar. Be creative! So, you’ll gonna be okay for long distance relationship...